Tuesday, April 03, 2012

Sisifus And Me



ketika segala argumen tak lagi berarti
ketika segala amarah menguap lirih
aku ingin berlari
melarikan tungkaiku ke persimpangan pagi
sampai lelah memaksaku berhenti, lagi...
Sulur pemahaman memang sesuatu yang teramat rumit
maka jadikan aku bijaksana tanpa harus berkelit
karena yang kutahu hanya bahasa kenyataan, 
bagaikan peluru menghunjam jantung terdalam
kini
aku tersesat dalam kabut tanpa melihat cahaya diujung cakrawala
aku berlari tanpa sadar luka didada semakin berdarah
sampai ia mencumbu oksigen dan menghadirkan pedih
membakar luruh keangkuhan dan bertransformasi
perih....
aku ingin bebas
Jangan jadikan aku Sisifus yang dihukum Zeus
Jangan jadikan aku Putri Fiona yang menunggu sang ksatria berzirah
Aku nyata!
bukan sebentuk lukisan yang hanya indah dilihat dan diapresiasi
bukan sebentuk fantasi yang mudah berganti seliar imajinasi
bukan pula pemandangan indah yang senang kau puja puji
aku ingin bebas
maka maafkan bila aku menjadi diri sendiri
maafkan jika aku menolak solusi instan yang kau beri
karena aku percaya hidup kita adalah perjalanan
indah tapi terkadang menyakitkan
sekarang biarkan aku menangis dalam diam
berteman sendu dan hangat malam..
besok kau akan melihatku tertawa
karena satu lembar baru akan terbuka
helaian lain yang kita isi bersama

I love our fight
it hurts, i know
but in the end, we'll see the light
i love you. 

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.