Sunday, March 25, 2012

Eternal Sunshine

Aku bersandar pada satu tiang rapuh.. aku tumpahkan bebanku, ia pun meluruh, aku membisu Aku berharap pada bintang senja saat pagi tiba, ia tiada..... aku pun merana Lalu aku berkelana menelusuri awan awan putih dan mencoba bercengkrama sepenuh hati apa daya, sang angin menghembusnya pergi tinggal aku sendiri, ditemani galau dan sepi akhirnya aku mengarungi samudera jauh mencoba menikmati kesendirian, mencari jejak jejak yang hilang Tapi, yang ketemui hanya sedih tak berkesudahan.. Ah.. aku hampir menyerah........... lentera semangat yang berkobar kini menyala seadanya dan hampa yang kurasa kian meraja.. Lalu kulihat cahaya di ujung sana, diperbatasan hati ada banyak uluran tangan penuh kasih, tepukan dibahu bernada simpati dan wajah wajah ramah membantuku berdiri, tanpa raut menghakimi.Aku menangis, berharap bukan ilusi jiwa jiwa yang dilanda sepi Akhirnya aku tahu, mereka memang disini untukku tak perlu aku lari kesana sini untuk bercerita Tak perlu aku sekat segala gundah gulana mereka ada disana, mendengar sepenuh hati, saat aku terpuruk, mereka datang saat aku gamang, tak pernah mereka bimbang mereka ada, tanpa berharap apa apa akupun mendaraskan doa, berharap mereka ada untuk selamanya. 

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.