SO, WANT TO KNOW ME A LIL BIT MORE?

So, want to know me a lil bit more ? ...................

YOU THINK YOU KNOW ME?

You think you know me? Yeah, i think i know me too. Fact is, i'm still trying to figure it out. Who am i? What the hell am i doing in this world?

YOU THINK YOU KNOW ME?

One thing i know for sure, to live is to experience. Life, is a journey. It might be long, it might be short. But i'm sure as hell i'm gonna enjoy every second of it.

THE LIFE OF DEMIANSYAH

I’m not an optimist. I’m not Mario Teguh with flowerish quote. But i’m not a pesimist either. I am a realist. I deal with present.

WELCOME THE WORLD OF FUN

Life is short, we might as well enjoy it to the most, or struggling in the endless days of sorrow. So, come on, and play!

Saturday, March 31, 2012

Quote

"
Apakah berbicara dengan mata bisa menjamin hati tak lagi merasa?
Jika mimpi-mimpi yang mengkristal tak lagi bisa dirasa, mengapa masih memimpikan mimpi yang menghadirkan sunyi?
Mungkin aku akan memampatkan sunyi pada tabung malam, hingga ia akan mulai menyanyikan nada sedih pada kelam
"

dibuang sayang: #tebakansapi



Somebody started #tebakansapi on my timeline few days ago. I joined the games for “personal, nocturnal fulfilment”. Turned out, things went beyond what I initially thought. Completely useless but, as the title said, it’s just dibuang sayang. Here I compile the craps. Enjoy and puke!

Sapi apa yg berbulu dada? | sapi-an lama aku menungguuu….. #tebakansapi #ampuniakubangridho

sapi apa yg demen mandi pake sabun batang? | sapi-a latjuba. #tebakansapi #cuuuuuuuurrrrr

sapi apa yang paling jalang? | sapi perebut laki orang. #tebakansapi #brb #nontoncintafitri

sapi apa yg kakinya satu? | sapi latihan balet. kan tiga kaki diangkat-angkat gitu. #tebakansapi #protesdiciumomem

sapi apa yg kakinya dua? | sepasang sapi latihan balet. #tebakansapi #PROTESGUAUNFOLLOW!

sapi apa yg kakinya delapan? | sepasang sapi latihan balet trus jatuh tersungkur. #tebakansapi #BURUANCIUMGUE

sapi apa yg kakinya tiga? | sapi lagi latihan balet, jatuh, trus satu kakinya diamputasi. #tebakansapi #ampunihambayaRabbi

sapi apa yg nangis ga berenti2? | sapi yg kakinya barusan diamputasi. #tebakansapi

sapi apa yg kakinya dua belas? | tiga sapi betina yg jenguk sapi yg abis diamputasi. #tebakansapi #BFFceritanya #unfollowdirisendiri

sapi apa yg bisa tersenyum licik? | sapi saingannya sapi yg diamputasi tadi. #tebakansapi #mulutkeluarribuankalong

sapi apa yg hatinya penuh dendam? | sapi yg kakinya diamputasi tadiiiiiiiiii!!!!! #tebakansapi #bukaWord #bikinscreenplay

sapi apa yg sekarang bawa pecut? | sapi yg diamputasi tadi. disusupi roh kucing gitu deh. #tebakansapi #PROTESCAKAR!!!!!!!!

sapi apa yg duduknya ngangkang sambil minum wine? | sapi yg tersenyum licik tadi. udah di kamarnya sih. #tebakansapi

sapi apa yg bisa mecahin jendela kaca? | sapi yg kakinya diamputasi tadi lah, pake kostum kucing! miauww. #tebakansapi

sapi apa yg mecahin gelas? | sapi yg duduknya ngangkang tadi. kaget, kan jendelanya dipecahin sama sapi yg kakinya diamputasi. #tebakansapi

sapi apa yg bisa ngomong inggris? | sapi yg barusan mecahin gelas. “Who the hell are you???” #tebakansapi #settingmasihdikamaryangtadi

sapi apa yg bisa membentak? | sapi yg diamputasi tadi. “Shut up, bitch! You’re not worth it for white swan!!” #tebakansapi #sapibalerina

sapi apa yg make iPhone? | sapi yg ketakutan krn dibentak sapi yg diamputasi. “I’m going to call police,” she grabs her iPhone. #tebakansapi

sapi apa yg ngotot pengen dpt peran white swan? | ya sapi yg diamputasi lah! “I’ll be the one. and you…. are going to die.” #tebakansapi

sapi apa yg menitikkan air mata? | sapi yg masih megang iPhone. “Please spare my life. I can’t die tonight. I love my kids.” #tebakansapi

sapi apa yg sadiiiiis banget? | sapi yg diamputasi nyilet2 muka sapi yg megang iPhone. “Painful? So is losing one leg!” #tebakansapi

sapi apa yg mati mengenaskan? | sapi yg mukanya disilet2 tadi. kasian ya, bowk? #tebakansapi

sapi apa yg loncat dari satu rooftop ke rooftop lain? | sapi yg diamputasi dan berkostum kucing tadi. “I’m a bad bad bad girl” #tebakansapi

sapi apa yg bisa amnesia? | sapi yg kakinya diamputasi & pagi2 bangun di RS. “Who am I?” #tebakansapi

sapi apa yg pagi2 udah histeris? | sapi yg amnesia tadi. “MY LEEEGGG?????” #tebakansapi

siapa nama sapi yg jadi tokoh utama #tebakansapi ini? | Alice. “My name is Alice. I’m still alive and they should be wary.”

siapa yg mendatangi Alice ketika dia keluar dari RS? | seekor kelinci. “I’m White Rabbit from Umbrella Corp. Pls come w/ me.” #tebakansapi

apa yg terjadi setelah Alice bertemu White Rabbit? | kamera zoom out teruuus sampe ke luar angkasa. season 1 ends. #tebakansapi

Crazy Broadcast


Yet another (stupid) broadcast message

I’m not a blackberry user, and won’t be one in the near future. But sometimes, stupid things from broadcast message just stumble upon my twitter timeline.
and this evening, I got this one.
just for fun! (for girls, don’t tell boys)
ladies lets have a little fun with the status and make the guys really confused because they hate it when women start putting similar status on and they have no idea what were talking about. the idea is you put how many cms depending on your mood:
  • 12cm = completely crazy
  • 13cm = sleepy
  • 14cm = bored at home or at work
  • 15cm = party time
  • 16cm = miss my ex
  • 17cm = really happy
  • 18cm = studying or working
  • 19cm = I’m stupidly in love
  • 20cm = sexually satisfied
  • 21cm = in love with the wrong man
  • 22cm = with my boyfriend but in love with somebody else
  • 23cm = want sex
  • 24cm = really happy with my love
the idea is that you put “mmmm…..” in front of the cms
example: mmmmm…… 16cm
join in the fun and send to your mates.

Very pukeworthy, I’d say. And the mischievious me did not stay still. I added some crops to the cream:
25cm = Ma, aku hamil!
26cm = laki gua mau poligami!
27cm = laki gua mandul!!!
28cm = laki gua ketabrak truk gandeng.
29cm = gua sekarang janda. PIN gua 63cfsekiansekian.
30cm = gua masuk UGD. terongnya nyangkut di dalem.
31cm = gua abis kena gendam.
32cm = gua dibacok orang di club!
33cm = gua udah dikafani. jangan kirim BM lagi, cyiiin.
34cm = gua lagi ditanya sama munkar-nakir!!!!

Some (what-so-called smart)phone users are obviously mentally challenged. Disagree me. Sue me. Stupids.

Future


  • Who knows what the future holds? Come what may, i’m gonna seize the day….

Friday, March 30, 2012

Ini Bukan Rindu

Ini bukan rindu. Ini rintik yang menyebut namamu. Bahkan dalam tidur, bahkan dalam mimpi. Bahkan dalam bilur, dan luka di hati.

Ini bukan rindu. Ini adalah senyum yang mengembang. Rasa yang terkekang. Luka yang meradang, dan jarak yang menghadang.

Ini bukan rindu. Ini adalah jejak-jejak cinta. Menapak pelan dalam hening. Membulat, membuat dan membekas.

Ini bukan rindu. Aku hanya memeluk imajinasi. Walau perih. Meski tertatih. Berharap kau di sini. Sampai pagi.

Ini bukan rindu. Aku hanya bercengkerama dengan angin. Dengan angan. Dengan bayang- bayang. Dengan kamu. Walau semu.

Ini bukan rindu. Aku hanya memilah, memilih, dan memaki kenangan. Mengapa ia harus mengetuk pintu saat
aku tak ingin tamu?

Ini bukan rindu. Ini hanya hati yang bermasalah dengan hati. Mencoba berhati-hati namun logika kalah di jurang hati.

Ini bukan rindu. Hanya racun yang mencandu. Atas degup jantung. Denyut cinta. Menjembatani jarak. Berteriak sampai serak.

Ini bukan rindu. Ini hanya sampah. Residu rasa. Menggumpal. Menggelegak. Keping-keping yang terserak. Airmata yang tersibak.

Ini bukan rindu. Hanya pertarungan ego. Yang kemudian lelah. Takluk dan kalah. Bertekuk lutut pada senja. Kembali mengais asa.

Ini bukan rindu. Hanya pujangga angkuh. Yang mencoba menafikan rasa. Menepis sulur yang kau ulur. Sampai kelu dan tertidur.

Ini bukan rindu. Hanya sisa wangimu. Yang tak mau beranjak pergi. Meski sudah berulang aku cuci. Sampai hati meranggas perih.

Ini bukan rindu. Hanya bohong yang terus bergaung. Lalu malaikat tertawa. Aku bersimpuh. Ini. Memang. Rindu.
——————————————————
Aku tak membenci rindu. Aku hanya mencintai cinta. Dan segala yang kita punya. :)

Love And Hate

"Love and hate. Feelings that divided by a very thin line. They’re nemesis and doppelganger at the same time. Love and hate. Both are venom and remedy. Love to hate, and hate to love. Can I choose hate to hate and love to love? Love and hate. Destiny and fate. How to be sure and how to choose? The never ending battle nobody wants to lose."

Ego Yang Menghancurkan


Terlalu menikmati kesendirian, membuat gue harus menyesuaikan diri dan menekan egoisme when it comes to relationship. And yes, i am in a relationship now. And it’s quite hard to adjust myself. Like always, to make a relationship work, i have to compromise. Sometimes, it’s not easy. Well, it’s never been easy. Makanya, banyak banget kejadian satu cinta harus patah karena perbedaan. Padahal, perbedaan seharusnya menyatukan, kan?
Pada dasarnya, setiap manusia itu egois. We often forget that the world doesn’t revolve around us. Dan gue mungkin salah satu manusia teregois di dunia. Segala sesuatunya harus terjadi in my way. I have to be in charge. I have to call on most of every decision there is to make. Such a bicth, eh? 
Terkadang, kita nggak sadar kalau sudah bersikap keras kepala dan memaksakan kehendak. And we ended up hurting the one we care. Yes, that happened to. Bukan cuma sekali dua kali, tapi sering. Ego mengalahkan cinta. Kekerasan hati dan gengsi mengalahkan rasa. So sad. 
Mind you, being alone and enjoy it for too long, is not the same with being alone and feel lonely all the time.
Mungkin itu sebabnya gue susah menerima kehadiran orang lain dan harus berbagi segalanya. Mungkin karena gue terlalu menikmati kesendirian, sehingga gue gamang ketika memulai suatu hubungan. Banyak orang yang gak bisa mengontrol ego masing-masing, merasa superior. Akhirnya, satu hubungan kandas karena keangkuhan hati. Gue, adalah satu diantaranya. 
Setelah menyadari hal ini, kita (gue juga) memulai satu perjalanan. Introspeksi. Introspeksi diri itu sangat mudah diucapkan. Tapi dalam pelaksanaannya, gengsi mengambil alih, membuat diri merasa gak ada yang salah. :’) See? Lagi-lagi, gengsi. Gak usah jauh-jauh. Berapa banyak di antara kita yang gak termakan keangkuhan hati ketika menghadapi kritik? Yeah, ini pertanyaan retoris. Silakan dijawab dalam hati, dan meringis. 
Pernah gak, kalo malem-malam sambil meluk guling memikirkan “kenapa satu hubungan bisa kandas? Apa cinta saja nggak cukup? “
Pernah gak, merasa tertampar ketika menyadari ego menjadi satu faktor terbesar yang menghancurkan satu relationship?
Then next question would be: How to control our ego? Why is it important to feel superior? Or is it just me? Meh.
Semua pertanyaan di atas, sifatnya retoris. Mungkin jawabannya bisa melegakan hati, mungkin juga jawaban yang jujur membuat kita merana sendiri. 
Pada akhirnya, dibutuhkan dua usaha, dua hati dan dua tekad untuk menyadari, mencintai itu pekerjaan seumur hidup. Dan itu susah. 
“I used to say, i and me. Now it’s us, now it’s we.” Ben- Michael Jackson.
So, don’t ever give up on me, ya. :’) Let’s make it work.

Sunday, March 25, 2012

Eternal Sunshine

Aku bersandar pada satu tiang rapuh.. aku tumpahkan bebanku, ia pun meluruh, aku membisu Aku berharap pada bintang senja saat pagi tiba, ia tiada..... aku pun merana Lalu aku berkelana menelusuri awan awan putih dan mencoba bercengkrama sepenuh hati apa daya, sang angin menghembusnya pergi tinggal aku sendiri, ditemani galau dan sepi akhirnya aku mengarungi samudera jauh mencoba menikmati kesendirian, mencari jejak jejak yang hilang Tapi, yang ketemui hanya sedih tak berkesudahan.. Ah.. aku hampir menyerah........... lentera semangat yang berkobar kini menyala seadanya dan hampa yang kurasa kian meraja.. Lalu kulihat cahaya di ujung sana, diperbatasan hati ada banyak uluran tangan penuh kasih, tepukan dibahu bernada simpati dan wajah wajah ramah membantuku berdiri, tanpa raut menghakimi.Aku menangis, berharap bukan ilusi jiwa jiwa yang dilanda sepi Akhirnya aku tahu, mereka memang disini untukku tak perlu aku lari kesana sini untuk bercerita Tak perlu aku sekat segala gundah gulana mereka ada disana, mendengar sepenuh hati, saat aku terpuruk, mereka datang saat aku gamang, tak pernah mereka bimbang mereka ada, tanpa berharap apa apa akupun mendaraskan doa, berharap mereka ada untuk selamanya. 

Kau, Aku.... Kita?

Kau, sang penyembur semangat sepanas api abadi. Mengembalikan jejak kehidupan di raga yang hampir mati.
Kau, tiga aksara yang mampu menampung semesta. Satu sosok tak sempurna yang begitu sempurna. Kau, pelangi hitam putih. Yang mengalahkan keindahan prisma matahari.
Kau, paradoks Epimenides. Yang mengalahkan Sisifus, sang terhukum Zeus. Tak terpecahkan. Sampai akhir jaman.
Kau, dengan lengkung senyummu yang menawarkan candu. Aku, berdiri di tepian dengan jari bergetar, mencoba menggapai masa lalu.
Kau, dengan aliran airmata yang membuat untaian kata tak lagi bermakna. Aku, membeku. Terpaku.
Kau, rangkaian nada yang berdenting mengiring harmoni. Aku, terdiam mengurai dan menyesap setetes rindu. Kau, imajinasi tak terjangkau logika. Aku, mencoba menyelami celah dibalik kamar usang bernama: rasa. Kau. Ketika rumus fisika majal, matematika menemui ajal, kimia tak lagi berguna, dan biologi hanya kata tanpa arti. Kau, tak terdefinisi.

Percakapan Dua Hati

Kepada rindu yang tergantung di langit tak bertepi, mari bersahabat dan peluk aku erat. Jadikan senja ini lebih berarti. Jangan enggan menghampiri, buang angkuh dan rengkuh rindu. Karena kita
adalah dua sisi koin usang. Ditakdirkan berpasangan.

Kepada cinta yang kita puja. Kepada hati yang beresonansi. Dan rindu yang menyelinap di sela jari. Peluk aku, sampai pagi.

Kepada gairah yang meletup. Kepada hasrat yang meredup. Dan sebaris doa yang tertangkup. Adakah hati yangterketuk?

Jika kangen adalah danau yang tenang, apakah rindu adalah ombak yang menantang?
Jika cinta adalah api yang membara, apakah kasih adalah hangat yang meraja?
Jika dendam adalah bintang yang memudar, apakah benci adalah bisa yang menular?
Jika "selamanya" adalah utopia, mengapa kita mencintai dusta?
Jika "aku mencintaimu" tak lagi berarti, mengapa kita rela menunggu sampai buku jari memutih?
Jika harapan adalah riak yang terus bergetar, aku ingin menangkap gaungnya walau samar. Sampai hening memekakkan. Sampai jeda tak tertahankan. Sampai aksara kehilangan arti. Sampai hampa menemukan getir di lidah.

Ketika paradoks berevolusi, dan ironi adalah produk gagal masa kini. Lalu, kepada siapa menitipkan nurani? Ketika senja dan malam bergulat dalam diam, pedang jingga cakrawala mulai menghunjam tajam. Menelikung dalam kegelapan. Hitam. Kita bergulat dengan kata, jari saling menuding dan hati berdarah. Meleleh melalui ego yang mendidih. Berhenti di sudut jiwa yang perih. Lalu kita saling membelakangi. Meninggikan ego yang  tak lagi berarti. Setelah hampa menyapa, semua sudah sia-sia. Percuma.

Mereka membicarakan tragedi. Merangkai kalimat berbunga yang terbungkus agitasi. Membungkus cinta  dengan bingkai patah. Percuma. Tinggal getir yang terkecap di lidah. Maaf yang sia-sia. Cinta yang terhempas karena nafsu yang menggelora. Satu kata tersisa: Percuma. Pertempuran dua hati. Mencoba mengikat dan dan saling memiliki. Mereka lupa konsep paling luhur.

Cinta tak akan pernah hancur. Mungkin kita tercipta untuk melengkapi. Mungkin konsep sejati hanya ilusi. Mungkin hujan adalah cinta langit kepada Bumi. Mungkin. Sudahlah. Mungkin dua hati yang berdentum tak butuh harmoni.

Kepastian itu membosankan! Kesempurnaan adalah jurang pemisah. Sudahlah.

Saturday, March 24, 2012

Unfollowing: Why You Should Never Bring it Up Again

In the middle of a friendly,cheerful, and animated conversation;

"You know, I'm really glad that we could get along like this. Isn't cool? Considering that I actually have unfollowed you in Twitter once."

"Oh really? I was not really aware of it."

"Ah, come on! Not an hour after I did that, you actually unfollowed me too."

"Hahaha. Alright, alright. I actually use that Unfollower detector thingy. You know, I was like … WOW! Why am I being unfollowed? What did I say wrong?"

"Yeah, why was it? I almost forgot."

"I'm dying to know why now."

"I guess it's because you were selling too many stuff then. Yeah. So you flooded the timeline with lots of weird hashtags."

"Oh really? You know what, I actually was glad you unfollowed me first. Because I was about to unfollow you first, but afraid you were gonna take it personally. So, the minute you unfollowed me, I was like  COOL! Now I could unfollow you without guilt!"

"Seriously? Why? Why did you want to unfollow me first?"

"Yeah, why? Let me try to remember."

"I'm dying to know."

"I guess because you were kinda - I mean, 'kinda'! - abusing the RT function. You know. You reply those daily questions from your friends with RT button instead of Reply."

"Really? I thought I didn't do that too often."

"Naaah. I really remember you did that quite often. Especially when your friends, colleagues, or whoever were giving you compliments and praises."

"But, at least I wasn't selling stuff."

"At least I knew how to use Twitter for a purpose."

"Oh really? Like making small money out of throwing stupid hashtags?"

"Hey! I didn't use Twitter for some ego-massage!"

"You're a bitch!"

"No, you're a bitch! Here! I'm unfollowing you now!"

"I'm blocking you! And reporting you as spam!"

"Bitch!"

"Bitch!"

So, Tell Me Why You Want A Divorce?

HUBBY: I can't stand her attachment to Facebook. She just can't stop checking it every five bloody minutes!

WIFEY: Oh, you can't stand it because your buddy tagged you that photo where you were clearly staring at that slut's boobs!

HUBBY: I did not stare at her boobs. It's a stupid angle! You're the one who added random hot guys with six packed tummies as your *friends* in Facebook.

WIFEY: Hello! Everybody knows that they are gays! I did that only to tell you to go to the gym!

HUBBY: Oh, I love the way you communicate to your husband.

WIFEY: Don't teach me how to communicate, you BlackBerry-addict! You and your constant obsession with the number of your followers on Twitter!

HUBBY: I'm a marketing guy, for God's sake! I'm manning my corporate's Twitter account! I told you that a thousand times!

WIFEY: And, that's why you lock your own personal Twitter account and never accepted my following request?

HUBBY: I accepted you once, but then you unfollowed me. Remember?

WIFEY: I unfollowed you, because you never followed me back.

HUBBY: I never did that because I know you only use Twitter to do stupid chat with your friends.

WIFEY: Oh, and you do serial tweets on just whatever, from dinosaurs to the history of China! Just blog it if you wanna brag your Wikipedia knowledge, will ya'?!

HUBBY: Just like you brag about your interplanetary fashion styles in Blogspot?

WIFEY: I. Am. The. Best. Fashion. Blogger. In. Town! I have to appear weird! You are so unbelievably childish!

HUBBY: Talk to my hand!

WIFEY: I tried. I can't. Your hands are busy with your BlackBerry.

OKAY, OKAY! Please, stop! Let's start from the beginning. Where did
you two meet for the first time?

Zodiac Facts

"Hey, hey! You want me to read today's horoscope for you? This magazine's is always good!"

"Oh, cool! I'm an Aries!"

"You're the brightest today. You will sense goodness in everybody, and you'll easily tell a trick."

"Nice. I know an Aries is always intuitive."

"You show patience and politeness to your friends."

"As always."

"Ha ha. I actually just read the Libra! Gotcha!"

"GO TO HELL!"

Friday Blind Date

"Hi, @SallyBieber. @parseltongued here. So, meet up tonight? Hacienda, 8pm?"
"Cool. Tell me where Hacienda is again?"
"Inside the mall around the corner. I'll be in the bar."
"Can't wait to see ya! Send me your pic again, please."
"Here you go. Also need to see your pic again." "Here you go. Nice abs!"
19.55-20.10
"I'm getting close. You there already?" "Yes, in the bar. Text me when
you're here."
"What are you wearing?"
"Blue and denim pants. You?"
"White and khakis with red sweater."
"Where are you now?"
"Entering the mall. Where exactly is Hacienda?"
"First floor, next to DVF."
"Where is DVF? I cannot see it."
"Past the Information Center."
"I've passed the Information Center. Still can't see DVF."
"First you see Marc Jacobs."
"Oh, okay. See Hacienda now. Where are you?"
"In the bar. Corner."
"I'm in Hacienda. Where's the bar?"
"First thing you see."
"Okay. There it is. So, where are you sitting?"
"Corner."
"I'm getting near."
"Just let me know."
"Here I am."
"Here you are."
"You look different."
"You too. That wasn't your pic"
"That wasn't your abs!"
"Bye."
"Bye."

In Relationship

"So, we're together now?"
"Yeah, Darling. I love you."
"Seriously? I'm so happy. So, it's official?"
"Yeah. It's official. Let's celebrate."
"Oh, I'm so happy! Wait a second. I need to
update my Facebook."
"Wha —?"
"It's not 'It's Complicated' anymore now. It's 'In a Relationship'.
There you go. Now, update yours."
"But, but … why?"
"You mind? Why you mind?"
"I don't mind. But, does it have to be the first thing we do as a couple?"
"Of course!"
"You're so childish."
"Change your relationship status on Facebook now, or I'm gonna change
it back to 'It's Complicated'!"
"Alright. I'm gonna do it now. Let me login first. And, this is your
page. Now, tell me again where is the 'Unfriend' button?"

Love and Hate

Love and hate. Feelings that divided by
a very thin line. They're nemesis and
doppelganger at the same time. Love and hate. Both are venom and
remedy. Love to hate, and hate to love.
Can I choose hate to hate and love to
love? Love and hate. Destiny and fate. How
to be sure and how to choose? The
never ending battle nobody wants to
lose.

Ketika jiwa dilanda rasa hampa, maka rasa sakit tak lagi berguna

"Ketika jiwa dilanda rasa hampa, maka
rasa sakit tak lagi berguna. Api yang
dulu membakar kini tinggal kerlip lemah.
Lalu, di manakah harus mencari
pemantiknya?"

Kita adalah dua nama yang disambung dengan cinta

"Kita adalah dua nama yang
disambung dengan cinta. Dipisah oleh
spasi tapi selalu mengisi. :')"

Move On. Can’t Or Won’t?

Berikut adalah tweet-tweet gue tentang move on beberapa waktu yang lalu, dengan penambahan lumayan banyak. Sorry kalo bahasanya udah kayak Cinta Laura, campur sari Inggris Indonesia. Kalo ada salah grammar, maapin ye, mpok-mpok dan tante-tante dan om-om! :))
Enjoy! :)
Susah move on? Sebenarnya, move on itu bukan perkara susah atau gampang. Tapi mau atau tidak. :)
If you dwell in the past, remembering every little details and secretly hoping that you could turn back time, then move on is impossible. You may look back, sometimes. But in order to move on, you have to move forward, not to go backward and befriend with your past.
It’s actually easier said than done. The big question is: Are you ready to move on and find yourself a brand new adventure? Or are you too comfort in your old blanket of memories, so you refuse to fold and keep it somewhere safe?
Mengutip Novel Supernova - Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh: “Opto, ergo sum”. Aku memilih, maka aku ada. Then, whether to move on or to stay where you are, cry your eyes out and making all those excuses are the matter of choices. YOUR CHOICE. You choose what you want to do. So, it’s not you can’t, but you won’t. 
Kenapa move on susah? Karena, lebih gampang memaafkan orang lain daripada memaafkan diri sendiri. Sometimes it just too damn hard. 
Kalau dihadapkan pada pilihan yang sama-sama sulit, lalu ternyata salah pilih, rasa menyesalnya berkepanjangan. Yang sering kita lupakan, menyesal tak pernah berguna. Apa buah penyesalan? Galau terus-terusan? Then, what’s the point? 
Kalau terus menerus menyesali diri, and could never forgive our self, we could easily turned ourself into cold hearted bitches. Ouch! 
Lalu, bermacam excuses bermunculan. Begitu ada yang ngasih solusi, kita langsung pasang perisai pelindung diri, lalu mementalkannya dengan cara bersikap defensif dan menuduh: you don’t walk in my shoes. Yeah, right. *insert emoticon eye roll here* 
Di sinilah self denial dimulai. Otak dan hati menolak untuk move on. Semua masukan kena smash balik. We build the thick wall. 
The question here: How could you move on if you live in the fantasy land called self denial?
Only you can help yourself. Mau minta bantuan sahabat atau psikiater secanggih apapun kalau dari dalam usaha melawan terlalu kuat ya percuma. So please stop making excuses such as “you don’t walk in my shoes”, and please, learn to see “you” from a different angle. 
One simple way: write it all down. Your thoughts, your feelings, and let your brain, not your heart to analyzes things. Then, maybe you’d realize, all of these times you’ve been such a coward not to let things go. You were the queen of all drama. 
Point terpenting menuliskan apa yang terjadi, adalah jujur pada diri sendiri. Kalo sama diri sendiri aja gak bisa jujur, percuma. Jangan memanjakan perasaan denial itu. I’ve been there. Many times. But now i’m stronger than yesterday… #mendadakBritney :P
If you think you’re happy just because you live in denial, you are wrong. Mulut bisa berkata “saya nggak apa-apa, saya bahagia”. Tapi, hati nggak akan bisa berbohong. ;) 
Now, do you still think you’re not the real drama queen? Do you think what you’ve been through, all of your pain and your sorrow and the misery that still haunting you to this very moment are not because you won’t let go? Well, then the denial is still there. Trapped within you.
Banyak lho orang yang stuck nggak merasa hidup dalam denial, dan terus melakukan pembenaran. Jadinya banyak yang hidup dalam ilusi bahwa hidup itu penuh penderitaan, dirinya lah manusia yang paling menderita di dunia, penderitaan orang lain nggak sebanding dengan sakit hati yang terus mereka rasakan. 
So, try to forgive yourself. Once you did, you will see there will be rainbow after the rain, and the world is not made of black and white color only. 
Remember: If you learn to let go, you will gain so much more. 
Good luck!

Panic At A Breakfast

Mom: Where's our daughter?

Dad: I don't know. Ping her.

Mom: Can't get thru'. Not even a 'D'!

Dad: Well, call her!

Mom: Number is not active! Where is she?

Dad: Check her Facebook!

Mom: Her status said she went to a concert last night.

Dad: No more updates?

Mom: No! This is terrible! Where is she?

Dad: When was her last tweet?!

Mom: It said … eight hours ago!

Oh God! What should I do.

Daughter: Did you try knocking at my bedroom door? Morning, all!

Secangkir Coklat & Dialog Sepi


Secangkir Coklat & Dialog Sepi

Rerintik hujan mengetuk jendela, bulan purnama menggagahi angkasa, langit begitu gelap sekaligus semarak, kilat sesekali mengintip di balik awan yang terlalu pekat. Ah, malam ini, hujan akan turun dengan deras, batinku.
Aku membuat secangkir coklat, malam ini terlalu dingin untuk tidak membuatku menelan sesuatu yang hangat, bersamaan dengan itu…
KRIIIIIING
Terbaca di layar handphone. Alex, sahabatku, sudah lama aku tak berjumpa dengan dia, dia sedang menikmati liburan yang tak kunjung berhenti untuk mengelilingi Indonesia, pasti saat ini dia mau pamer, sedang di mana dia berada.
Rahne : “Hai Alex”
Alex : “Rahne, hey! Tebak aku ada dimana?”
Seperti dugaan kan,
Rahne : “Hmm, kau minggu lalu kau ada di Teluk Kiluan, kemarinnya lagi kau ada di Bali… Pulau Sempu? Kau pernah berkata padaku, ingin segera mengunjunginya lagi”
Alex: “Bukan! Aku ada di depan kamarmu, ayo cepat buka sebelum aku menggigil beku”
Rahne : “Hahaha, kau memang bisa sekali mengejutkanku, tunggu”
Aku beranjak dari sofa dan membuka pintu, dan Alex sudah di depan dengan senyum yang mempunyai segudang cerita. Kita berpeluk rindu, sudah sebulan lebih tidak bertemu.
Rahne :” kenapa tidak ketuk pintu atau memencet bel saja sih?”
Alex : “Iihhh, udah tauk! Namun sepertinya suara ketukanku kalah dengan suara petir di luar, lagipula kau lebih sensitif sama bunyi telpon ketimbang yang lain, ya kan?
Dia berbicara panjang lebar sembari menuju ke ruang tamu
Rahne : “Iya juga. Mau kubuatkan secangkir coklat?”
Alex: “Tidak perlu, biar kubuat sendiri”
Ujarnya sembari memasuki dapur.
Hujan semakin deras, hingga aku harus membesarkan volume televisi.
Alex : “Rahne, kamu tidak rindu terhadap rindu?”
Aku kaget dia menanyakan hal ini, mungkin dia terlalu sering melihat status twitterku dan berkonklusi seperti itu.
Rahne: “Tentu aku rindu, akan rindu”
Alex : “ 48 jam adalah waktu yang lama untuk menantikan rindu kembali bertamu, Ne…”
Rahne : “ jangankan berjam-jam, jika dia ada selangkah dari pijakan ku, aku sudah terajam rindu”
Alex : “Dia siapa? Rahne kau sudah terlalu lama sendiri. Aku heran katanya cinta selalu memilih. Katanya manusia hanya bisa pasrah menunggu. Lalu di mana kah sang cupid berada?
Haha, dia lagi-lagi mempertanyakan alasan kenapa aku masih sendiri.
Rahne : ”cupid tertimbun hutan tanda tanya, nanti jarum waktu yang akan menyisirnya dan cinta keluar tanpa diduga”
Alex : “asal hati yang menunggu tak skeptis dan menutup, mungkin cinta akan hadir saat airmata bergulir kala bersujud”
Dia berkata seperti itu dan lalu duduk di sebelahku. Melodi yang ada hanya lagu hujan diluar, dan aku memikirkan kata-katanya, kutiup coklat di cangkirku, dan kusesap untuk menghangatkanku.
Rahne : “cinta kurasa tidak menunggu air mata, tapi doa dalam sujud akan mewujud nyata dalam paras yang akan kupuja”
Alex : “apakah bayangan ideal sang kekasih mulai terkikis rasa sepi? Atau semakin menguat dalam harap yang pekat?
Alex menatapku seakan akan mataku aku ini tertutup oleh lukisan ideal yang membutakan pancaku. Dia seperti melotot, aku tertawa. Dia salah satu sahabat yang engkhawatirkan rasa sepiku.
Rahne : “ haha sepi cuma mengukir waktu, sepi hanya memperindah masa, hingga dia tiba dan menjalani detik denganku hingga akhir hela”
Seruku sambil mengacak rambutnya yang sedikit basah karena kehujanan
Alex : “masalahnya, siapkah menunggu saat waktu terus berpacu? Masihkah bersabar jika aksara yang indah memudar?”
Dalam hati. Aku masih betah menghitung waktu,
Rahne : “Dia memang layak ditunggu. Sabar sudah kujadikan pakaian, aksara yang pudar akan berganti kecup dan pelukan”
Aku tersenyum
Alex : “kesepian jadi cambuk yg mendera. Berulang dan menggema. Hati yang teriris sepi, akan mendingin dan mati. Di mana hangat menanti?”
Rahne : “hangat itu menjelma di sela jemarinya. Saat kita bertautan nanti, sepi akan menisankan diri. Itu pasti”
Alex : “ otak bisa berimajinasi, hati bisa terus berdelusi. Ketika realita menyapa, menghindar dan berkelit sudah sia-sia. Apakah cinta?”
Cinta, cinta, cinta, apa itu cinta kalau selalu dijadikan pertanyaan. Aku ingin cinta dalam bentuk rasa.
Rahne : “ketika aku terlalu banyak tanda tanya, itu bukan cinta. Tenang saja, Alex. Otak dan hati sedang menyiapkan diri, Tuhan dan alam sedang berdiskusi, tentangnya, untukku”
Alex : “ketika semua lenyap tak tersisa. Satu-satunya yg tertinggal hanya tanda tanya. Hati-hati, nanti hatimu terjebak di labirin hati!”
Ujarnya ketus, uh temanku ini, dia pikir aku yang terlalu keras dan menutup diri.
Rahne : “di labirin hati nantinya aku dan dia akan bersembunyi, tenang saja, saat semua melenyap, dia aku telah menyatu dalam abu”
Alex : “aku ingin melihat binar di matamu. Bukan binar pedih, tapi binar serupa mentari menari di atas buih. Indah, karena cinta. Bisa?”
Alex… aku terharu, aku dikelilingi teman yang peduli dengan hatiku.
Rahne : “Bisa. Saat matanya menyengat jantung & senyumnya menjemput hatiku. Dari 8 arah mata angin. Soroti aku, yang bercahaya karna cinta, temanku”
Aku tersenyum padanya
Alex : “Ada Tuan Putri terlalu nyaman berselimut sepi. Hanya sesekali mengintip, lalu mundur lagi. Hanya berbicara cinta, takut mengalaminya”
Dia terkikik dan menggodaku. Ah, andai kau tahu, takut ini wajar.
Rahne : “aku hanya berhati hati dengan hati. Karena sekali aku remuk lagi, waktu tak akan sanggup mengobatiku lagi.
Alex : “dibalik sakit yang merepih hati, bukankah cinta pernah terasa indah? Lalu mengapa harus takut dengan sakit yang mungkin mendera?
Rahne : “sakit yang pernah aku dera, hampir membuat aku mati rasa. Biar kupulihkan walau menelan sepi, dia akan datang menaklukkan takut ini”
Dia akan datang, temanku.
Hujan di luar telah mereda, percakapan ini membuatku geli sekaligus haru. Aku lalu melirik tas yang dibawa Alex dan berkata.
Rahne : “kita terlalu banyak berbicara, sampai hujan mengalah, dia diam dan berhenti. Sekarang, kemarikan tasmu, kupilih sendiri oleh olehku”
Teman terkadang seperti secangkir coklat, menghangatkan di saat dingin menyentuh batin.