SO, WANT TO KNOW ME A LIL BIT MORE?

So, want to know me a lil bit more ? ...................

YOU THINK YOU KNOW ME?

You think you know me? Yeah, i think i know me too. Fact is, i'm still trying to figure it out. Who am i? What the hell am i doing in this world?

YOU THINK YOU KNOW ME?

One thing i know for sure, to live is to experience. Life, is a journey. It might be long, it might be short. But i'm sure as hell i'm gonna enjoy every second of it.

THE LIFE OF DEMIANSYAH

I’m not an optimist. I’m not Mario Teguh with flowerish quote. But i’m not a pesimist either. I am a realist. I deal with present.

WELCOME THE WORLD OF FUN

Life is short, we might as well enjoy it to the most, or struggling in the endless days of sorrow. So, come on, and play!

Saturday, August 11, 2012

Google+ Events: Introducing a new way to get together

Sunday, May 06, 2012

Hujan, Sepi Dan Kenangan

Ketika hujan turun, aku selalu berterima kasih. Berterima kasih kepada
hujan, karena telah memberiku
kesempatan untuk melamun. Bagiku, saat
hujan adalah saat yang tepat untuk
melamun. Melihat tetesan hujan dari
jendela yang terlihat seperti memaksa untuk masuk tapi terhalang kaca jendela.
Menatap kumpulan tetesannya yang
bersatu menjadi sebuah aliran air
menuruni kaca jendela, seolah mereka tak
lagi ada harapan untuk masuk, dan rela
untuk luruh jatuh ke tanah. Entah mengapa, hujan yang datang
beramai-ramai itu hanya menghadirkan
sepi. Apakah hujan terdiri atas 1% air +
99% kesepian? Jika benar begitu, yang
tersisa hanya 100% kenangan. Namun, bahkan setelah hujan berhenti
pun kesepian itu tak kunjung luruh
bersama aliran air hujan? Masih tetap
menggantung seperti tetesan embun di
pucuk daun.

--
Ade Amin Firmansyah

Sunday, April 29, 2012

Join me on Twitter

Twitter

Find out why I love Twitter. Instant updates about news, sports, entertainment. And you.

Join me on Twitter »

Ade Amin Firmansyah @demiansyah_

Ade Amin Firmansyah's profile picture
This message was sent by a Twitter user who entered your email address. You can unsubscribe if you'd prefer not to receive emails when other people invite you to Twitter. Please do not reply to this message; it was sent from an unmonitored email address. This message is a service email related to your use of Twitter. For general inquiries or to request support with your Twitter account, please visit us at Twitter Support.

Thursday, April 26, 2012



Life was simpler when Apple and Blackberry were just fruits. It may sound ridiculous, but if we take it in the literal sense, it really was.
Though invention of hi-tech gadgets has made our life easier, faster, better and more convenient, it does have a little downside as they are all man-made and hence, prone to imperfection. 

As a damning result of the unnecessary luxuries we didn’t need, we have become too dependent on technology. We need to have a life beyond the use of mobiles, Internet, gadgets and what not. But sadly, this is an addiction for which there is no rehabilitation!

Earlier, going to school and office were just about carrying a pack of books, lunch and water bottle; now it’s more of a style statement to flaunt the accessories that you own, including mobiles, I-pods, tablets, laptops etc.

Previously, when `good morning` wishes were the foremost thing to be done in the morning with the family, the first task nowadays is all about connecting with friends on social networking sites posting the latest status message.

Before the incessant march of technology, people were so dependent on traditional form of letter writing; in contemporary times it has almost come to the stage of extinction. The personal touch of scribbling down each word with a pen has lost its significance. We hardly notice a postman dispatching letters other than parcels and couriers.

Even sending greeting cards with personalized messages has taken a backseat as most people opt for e-cards.

Gone are the days when research was done flipping the hard copy of every book ‘with a touch’. This has drastically changed with the dawn of technology.

In a new study, it has been revealed that technology is killing traditional face-to-face conversation. This is very true when we think of the ways we exist today. Almost all forms of communication are done using mobiles, Internet browsing, chatting online, text messaging and emailing, which take away the time we used to spend with the family. The conventional conversation seems to be out of our priorities.

Besides, social networking sites and chat rooms are also to be blamed for the words which are misspelled these days. We tend to type words in short in a hurry and that becomes habitual. There’s a general attitude that correcting mistakes aren’t called for in web chat rooms. Unconventional spellings are accepted as it is faster to type them and this has become a norm. In contrast, earlier the handwriting and dictation were quite factually highlighted even in writing a simple letter.

Yes! Life indeed is much easier with the `Blackberries` and the `Apples`, but these sure haven’t made our life more peaceful.

Saturday, April 21, 2012

Manfaat Dari Melajang

Apa kamu sekarang masih menyendiri dan
belum punya pasangan? Apa kah kamu
merasa kesepian dan merasa minder
dengan teman-temanmu yang sudah
mempunyai pasangan? Eits, jangan salah.
Ternyata menlajang itu ada manfaat nya juga loh. Gak percaya? Nih sedikit info
tentang apa saja sih manfaat dari
melajang: Bebas Bertemu Teman Kalau banyak dari teman kamu yang
mengeluh lantaran jarang bertemu sejak
kamu mempunyai kekasih, kayaknya ada
yang salah dengan hubungan kamu
dengan si dia. Teman apalagi sahabat
adalah orang terdekat yang setiap saat membantu. Bila kamu tidak punya pacar
alias lajang, kamu bebas bertemu dengan
teman-teman dekat mu. Mudah Menjalin Hubungan Baru Banyak lajang yang
merasa sedih dan
putus asa, belum dapat pasangan sampai
saat ini. Friends, jadi lajang bukan berarti
kamu sendirian atau kesepian. Kamu akan
punya banyak waktu untuk bertemu
dengan orang baru, dan menjalin pertemanan dengan siapa pun tanpa
dicemburui siapa pun. Memikirkan Diri Sendiri Ngaku deh, yang sudah
punya pasangan,
kepala kalian tentu terbagi untuk
memikirkan kepentingan si dia dan kamu
sendiri. Bahkan seringkali, kamu terpaksa
mengorbankan waktu pribadi untuk dia.
Bandingkan menjadi lajang, kamu akan punya banyak waktu memikirkan diri
sendiri. Menjadi Lebih Sehat Kalau punya pasangan suka begadang,
paling tidak kamu mesti menemani si dia
jalan, minimal menerima teleponnya
selarut apa pun. Hal itu tidak akan terjadi
kalau kamu lajang, bisa tidur lebih awal.
Imbasnya, kamu lebih sehat. Jauh Dari Stres Ada seorang teman yang selalu curhat
soal kebiasaan buruk pasangannya dan
sikap keluarganya yang belum bisa
menerima dirinya sepenuhnya. Akibatnya,
konsentrasi jadi terganggu dan mudah
stres. Bila kamu lajang, hal itu tidak terjadi. Dengan catatan, kamu
menerima dan
enjoy dengan status lajang mu. So enjoy
aja dengan yang nama nya single, jangan
terlalu di pikirin. Jauh Dari Sakit Hati Berapa banyak orang yang bisa setia?
Hm, seperti menemukan jarum di
tumpukan jerami. Itu resiko yang harus
kamu tanggung kalau punya pasangan.
Sebaliknya, saat kamu melajang,
pertarungan terberat yang perlu dihadapi adalah kesendirian, dan bisa
ditanggulangi
jika kamu punya banyak teman. Jadi Lajang Itu Murah Tak perlu
menyiapkan dana untuk dua
orang kalau kamu pergi ke mana-mana.
Memang, kalau pacaran, ada pasangan
yang membayari makanan. Tetapi, berapa
banyak, sih? Kadang, kamu pun harus
membayar diri sendiri juga, atau kalau pasangannya matre, kamu juga yang
kena. Jadi lajang, lebih murah, karena
hanya harus bayar untuk 1 orang saja. Banyak Waktu untuk Keluarga
Biasanya kalau punya pasangan, waktu
mu lebih banyak dihabiskan bersama si
dia. Keluarga sering dijadikan urutan ke
sekian. Nah, kalau lajang, kamu punya
banyak waktu untuk keluarga. Leluasa Mewujudkan Rencana Sendiri
Seorang teman mendapat beasiswa ke
luar negeri. Tetapi karena mau menikah,
pendapat pasangan nya mesti ia
dengarkan sehubungan dengan
rencananya. Sialnya, pasangannya tak
mau ditinggal. Maka bimbanglah ia, memilh meneruskan kuliah atau menuruti
permintaan pasangannya tersebut. Kalau
kamu jadi lajang, kamu akan bebas
mewujudkan rencana dan impian mu. Bisa Berkencan dengan Siapa Saja
Dengan status lajang, kamu bisa
berkencan dengan siapa saja. Mau
menonton dengan si A, makan malam
dengan si B, jalan-jalan bersama si C, tak
ada yang melarang. Sambil, tentu saja,
kalau masih berniat dapat pasangan, leluasa memilih mana yang pas jadi
pasanganmu, ya kan. Fokus Pada Karier Mau bekerja akhir pekan, atau lembur,
atau ditugaskan ke mana saja, demi
meningkatkan karier, kamu tak perlu minta
izin, kecuali kepada orangtua. Tanpa
pasangan, kamu bisa memutuskan sendiri
langkah terbaik untuk meniti karier. Bebas Melakukan Kesenangan dan
Hobi Bayangkan bila hobi kamu tu travelling,
sementara pasangan kamu tidak suka.
Atau hobi Anda shopping, sementara si dia
gemar menabung. Banyak pula dari kamu
semua yang suka hangout, sementara
pasangannya sukanya berdiam diri di rumah. Bila kamu lajang, kamu bebas
untuk melakukan hobi mu. Bebas Berpakaian ala Anda Banyak pasangan
suka mengatur bahkan
mengatur penampilan mu. Syukur-syukur
kalau pilihannya cocok dengan pribadimu.
Kalau tidak, kamu tidak akan merasa
nyaman dengan penampilanmu itu. Tetapi
saat kamu melajang, kamu bebas mengenakan busana/pakaian apa pun
yang kamu sukai. Asal pede, tak ada yang
berani mengkritik atau berusaha
mengubah mu dan kamu tidak akan
menjadi minder. Tak Ada Wajib Lapor Berapa kali kamu harus menelepon si dia
mengatakan kamu ada di mana, sedang
apa, dan apa yang akan kamu lakukan?
Itu konsekuensi menjadi pasangan
seseorang. Tetapi kalau kamu melajang,
kamu bebas melakukan apa yang kamu suka. Yang perlu kamu lakukan adalah
bertanggung jawab pada diri sendiri. So, buat kamu-kamu yang sekarang
masih menyendiri, jangan pernah merasa
sedih dan merasa kesepian. Dan buat
kamu yang sudah punya pasangan, apa
benar dia sudah tepat untuk kamu? Think
about it friends.